Inilah kasus hacking terbesar di dunia

Dalam dunia peretasan ada begitu banyak kasus tiap harinya, Mulai dari kasus kecil kecilan hingga kasus yang terbesar. Seorang hacker selalu mencari celah dalam aksinya untuk meraih keuntungan namun juga ada hacker yang mencari celah untuk mengamankan dan melaporkan ke pihak admin untuk memperbaiki celah tersebut.
namun kali ini saya ingin membahas 3 kasus hacking terbesar yang pernah di lakukan di dunia.
lansung aja simak di bawah ini.

1.Pembobolan Estonia

Pembobolan besar-besaran terjadi di Estonia pada April 2007 silam. Peretasan yang terjadi di berbagai website Pemerintahan Estonia ini membuat beberapa website mati total. Bahkan, para hacker menghapus website dari sang Presiden, para Menteri, dan para anggota parlemen.

Peretasan ini juga terjadi di sektor finansial dan juga situs-situs media di Estonia. Kejadian ini berlangsung dalam 21 hari, di mana Estonia harus menjalani hidup tanpa internet dalam jangka waktu tersebut. Saking masifnya, kejadian ini dijuluki “Web War One,” sebuah plesetan dari World War One.

Hal ini terjadi diduga karena Pemerintahan Estonia memutuskan untuk menurunkan sebuah patung dari era Soviet dari ibukota negara di Eropa Utara tersebut, Tallinn.

Estonia menuduh Rusia sebagai otak dibalik kejahatan teknologi ini. Meski ternyata akhirnya diketahui bahwa orang Rusia-lah yang ‘memotong’ koneksi Estonia dari dunia luar dengan memutus internetnya, ternyata sang hacker tidak disponsori oleh Pemerintah Rusia. Meski demikian, peretasan ini tetap jadi perhatian dunia di mana belum pernah terjadi peretasan sebuah negara yang merusak segala aspek digital dalam satu negara.

Pemerintah Estonia yang sejak awal sudah membuat berbagai aksi untuk melawan hal ini, akhirnya mengalokasikan uang negara secara besar-besaran untuk urusan keamanan cyber di Estonia.

2. Pembobolan SONY Entertainment yang diduga dilakukan Korea Utara.

Mungkin masih segar di ingatan Anda tentang kasus yang ramai dibicarakan pada akhir 2014 silam, di mana SONY Pictures mengalami peretasan besar-besaran yang salah satu buntutnya adalah tak jadi tayangnya film komedi kontroversial tentang percobaan pembunuhan Presiden Korea Utara Kim Jong-Un, “The Interview.”

Dampaknya sebenarnya tak hanya batalnya pemutaran film, namun beberapa hal seperti bocornya email privat, bocornya angka keamanan sosial, bocornya film SONY yang belum dirilis, dan terhapus secara permanennya lebih dari separuh data perusahaan film tersebut. Bahkan, sang pemimpin dari perusahaan tersebut terpaksa turun dari jabatannya setelah sebuah email kontroversial berisi umpatan rasis terhadap Presiden obama dan komentar buruk tentang Angelina Jolie terkuak ke publik.

Uniknya, pihak Pemerintah Amerika Serikat secara mengejutkan langsung menuduh Korea Utara sebagai otak di balik peristiwa ini. Hal ini menorehkan sejarah, di mana ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat mengkambinghitamkan negara lain atas sebuah serangan cyber.

Pihak Korea Utara sesegera mungkin membantahnya, dan akhirnya meninggalkan pertanyaan besar bagi warga dunia tentang siapa yang melakukan salah satu kejahatan terbesar via cyber ini.

3. Peretasan Sistem Senjata Amerika Serikat.

Peretasan ini diduga dilakukan oleh hacker China karena perang cyber Amerika dengan China sangat sengit. Hacker China meretas jaringan Amerika dan masuk ke dalam database militer Amerika pada tahun 2014. Hal ini membuat mereka bisa mencuri hasil desain dari lebih 20 sistem senjata militer kritikal yang dimiliki Amerika.

Author: A-Whisper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *