Sejarah & pengertian kotlin dalam dunia pemrograman

SEJARAH KOTLIN

Kotlin dikembangan dan dibuat oleh JetBrain perusahaan dari Czech. Awalnya mereka membuat Kotlin bukan untuk dijual namun untuk menyelesaikan masalah development internal mereka.

“Lebih dari 70% projek oleh JetBrain menggunakan Java” tutur Hadi Hariri, developer JetBrain, dan sisanya menggunakan bahasa C++ oleh Microsoft. Dan mereka mulai muak dengan beberapa cara kuno pada Java, seperti fungsi simple bisa memakan banyak baris misalkan menuliskan frasa “Hello World” membutuhkan 3 baris pada Java dan hanya 1 pada bahasa pemrograman modern.

Artinya banyak pekerjaan ekstra dan redudansi, semua baris lebih membuat program menjadi lebih berantakan dan memudahkan membuat kesalahan. “Permasalahan terbesar dalam bahasa pemrograman adalah ketika kamu melihat kodingan, kamu harus tahu apa yang dilakukan kodingan tersebut” tutur Hariri. Ini dapat diartikan bahwasannya banyak hal yang tidak terlalu penting untuk memahami sebuah masalah/memperumit untuk memahami kodingan.

Perusahan JetBrain ingin bahasa pemrograman yang lebih modern, tetapi mereka masih banyak aplikasi yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java yang masih harus di pelihara jadi tidak praktis kalau mereka harus menulis ulang semua aplikasi kedalam bahasa lain, yang mereka inginkan hanya bahasa pemrograman yang kompatibel dengan bahasa Java jadi mereka dapat membuat fitur baru pada aplikasi mereka menggunakan bahasa baru tanpa harus menulis ulang seluruh aplikasinya.

Sebenarnya sudah ada bahasa pemrograman yang memenuhi keinginan JetBrain yakni Scala yang dimana pada masanya lagi naik daun karena Twitter, namun Hariri berkata bahasa pemrograman Scala tidak secepat dan semudah yang diinginkan oleh JetBrain.

Jadi kemudia JetBrain membuat bahasa pemrograman sendiri yang mereka fokuskan kompatibilitas dengan bahasa pemrograman Java, mereka tidak ingin membuat project Kotlin hanya untuk internal saja mereka menjadikan project Kotlin sebahai open-source. Mereka tidak mendapatkan keuntungan secara langsung dari developers, namun mereka berharap mendapatkan keuntungan uang dari meningkatnya minat dalam Kotlin-supporting core product mereka.

JetBrain merilis versi preview mereka lada tahun 2011 dan ternyata banyak orang sedang mencari bahasa pemrograman seperti itu.

Walaupun sudah bisa digunakan untuk membuat aplikasi Android tanpa support/dukungan resmi dari Google ini menjadikan sebuah resiko, jika Google mengubah cara kerja Android semua bahasa pemrograman yang tidak didukung Google mungkin tidak dapat kerja sepenuhnya.

GOOGLE & KOTLIN

Pada tahun 2017, Google resmi mendukung bahasa Kotlin pada Android Studio IDE 2017.

Menurut google dalan 2 tahun belakangan tingkat kepopuleran Kotlin mengingat drastis, 50% developer profesional Android menggunakan Kotlin. Kotlin menjadi keempat pada bahasa pemrograman paling populer (Survei dilakukan oleh developers di web Stackoverflow).

Pada tahun 2019, di acara I/O 2019 Developer Conference, google mengumumkan bahwasannya Kotlin adalah bahasa pemrograman yang dipilih untuk mengembangkan aplikasi Android.

“Ketika kamu memulai project baru, kamu lebih baik menulis dalam bahasa pemrograman Kotlin: kodingan yang ditulis di Kotlin lebih dikit kodingannya – lebih sendikit mengetik, testing dan pemeliharaan” tutur Google.

Author: A-Whisper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *